Maafkan aku, aku adalah teman yang berhati buruk dan berpikiran dangkal. Yang dengan entengnya mengira kau menjauhiku, hanya karena perasaanku yang terlalu labil dan sensitif. Tidak seharusnya aku memiliki pemikiran picik semacam, “Kau menjauhiku, kau mulai mendiamkanku, kau membuat hatiku lemas, terluka seolah selaputnya robek.”
Hanya ini yang bisa aku lakukan sebagai wujud permintaan maafku, sekaligus curahan hatiku. Katakan sejujurnya bila tingkahku menyakitimu atau kataku melukaimu, tapi tolong jangan benci aku.
Maafkan aku, inilah ujian pertemanan.

Credit picture : sorryletters.org
Arin, semangat ya? :)
Iya, Noy, tingkyu yak! :’)